Struktur setup() & loop(), Blink, delay, dan Serial Monitor.
Setiap program Arduino wajib punya dua fungsi:
setup() jalan sekali, loop() jalan terus-menerus
(setara while(true)). Di simulator, loop() dianggap berjalan
1 ms per putaran, dan simulasi berhenti otomatis setelah 30 detik (waktu simulasi).
Menyala-mati LED bawaan (pin 13) setiap 1 detik. Jalankan dan perhatikan Hasil Simulasi di akhir output.
Tidak ada output Serial — yang penting adalah bagian Hasil Simulasi:
pin 13 berubah HIGH/LOW. Karena delay() langsung melompatkan waktu simulasi,
30 detik (waktu simulasi) = 15 kali nyala-mati.
delay()
delay(ms) menghentikan program selama ms milidetik —
semua proses berhenti (LED tidak bisa diubah, tombol tidak bisa dibaca).
Ini disebut blocking.
| Panggilan | Arti |
|---|---|
delay(1) | 1 milidetik |
delay(100) | 0,1 detik |
delay(1000) | 1 detik |
delay(60000) | 1 menit |
delay() membuat program tidak responsif.
Solusinya dibahas di materi Waktu & Kode Non-Blocking.
Serial adalah jalur komunikasi antara MCU dan komputer.
Serial.println() mencetak teks ke Serial Monitor —
di simulator ini, output Serial tampil langsung di kotak output.
static int i — variabel static di dalam fungsi tidak di-reset
setiap loop() dipanggil, sehingga bisa dipakai sebagai penghitung.
Setiap Run Code menghasilkan dua bagian:
Serial (urutan kejadian).