7-segment, LCD 16x2, dan OLED — cara MCU "berbicara" ke mata manusia.
7 LED disusun membentuk angka. Setiap segmen (a-g) dikontrol satu pin. Ada dua jenis: common cathode (kaki bersama ke GND — nyalakan dengan HIGH) dan common anode (kaki bersama ke 5V — nyalakan dengan LOW).
Setiap digit diwakili 7 bit (a,b,c,d,e,f,g):
!seg[digit][i]).
Layar teks 2 baris x 16 karakter, paling klasik di proyek Arduino. Bisa dihubungkan 4-bit (6 pin) atau via modul I2C backpack (2 pin: SDA/SCL) — yang kedua jauh lebih praktis.
| Fungsi (library LiquidCrystal_I2C) | Contoh |
|---|---|
| Inisialisasi | lcd.begin(16, 2); |
| Tulis di baris 1 | lcd.setCursor(0, 0); lcd.print("Halo"); |
| Tulis di baris 2 | lcd.setCursor(0, 1); lcd.print("Dunia"); |
| Bersihkan | lcd.clear(); |
| Lampu latar | lcd.backlight(); |
Di simulator ini, kita meniru tampilan LCD dengan mencetak ke Serial — logika kodenya (setCursor, print, clear) tetap sama:
Layar OLED 128x64 piksel (umumnya 0,96") — tajam, kontras tinggi, juga via I2C. Dipakai library Adafruit_SSD1306: bisa teks, angka besar, gambar, dan grafik.
64 LED dalam grid 8x8 — bisa menampilkan huruf, ikon, dan animasi. Dikontrol dengan teknik scanning: nyalakan satu baris per putaran sangat cepat sehingga mata melihatnya utuh.