Memilih "saraf" yang tepat untuk setiap perangkat IoT.
| Protokol | Jangkauan | Daya | Bandwidth | Karakter |
|---|---|---|---|---|
| WiFi | ~30β100 m | Tinggi | Sangat besar | Default rumah/kantor; video, update firmware |
| BLE (Bluetooth Low Energy) | ~10β100 m | Sangat hemat | Kecil | Perangkat portable: smartwatch, sensor tubuh, kunci pintar |
| Zigbee | ~10β30 m (mesh) | Hemat | Kecil | Mesh: node saling memperkuat; smart home, meteran |
| LoRaWAN | km β 15 km | Sangat hemat (baterai tahun) | Sangat kecil | Farming, kota pintar, aset tracking di area luas |
| NB-IoT / 4G | Menara operator | Sedangβtinggi | Sedangβbesar | Sudah ada coverage operator; smart meter, fleet |
CoAP (Constrained Application Protocol) bukan protokol radio, melainkan protokol aplikasi di atas UDP β "REST versi hemat" untuk perangkat terbatas (alternatif HTTP di jalur sempit).
Pada Zigbee/Thread, setiap node bisa meneruskan pesan node lain. Jangkauan total = gabungan semua node, dan jaringan tetap hidup meskipun satu node mati. Ini alasan smart home Zigbee bisa menutupi rumah besar dengan puluhan node hemat daya.
Tidak ada protokol "terbaik" β hanya yang paling cocok untuk jarak, bandwidth, dan budget daya. Coba helper ini:
Ubah parameter kasus (jarak, bandwidth, baterai) dan lihat rekomendasinya berubah. Tambahkan kasusmu sendiri!
Banyak protokol IoT (BLE, Zigbee, LoRa) tidak langsung ke internet. Gateway menjembatani: menerima data dari node lokal, lalu meneruskannya ke cloud via WiFi/4G β sering sekaligus mengagregasi dan mengompres data.
jarak_m > 5000 dan data_bps > 1000, rekomendasikan "NB-IoT/4G" (bukan LoRaWAN). Verifikasi dengan kasus "telemetri truk antar kota".