🤖 Pengenalan AI & Machine Learning

Apa itu AI, ML, dan Deep Learning — plus 3 paradigma belajar dan workflow lengkap.

📌 1. AI, ML, Deep Learning: Definisi Bertingkat

Artificial Intelligence (AI) └── Machine Learning (ML) ← sistem "belajar" dari data, bukan ditulis aturan manual └── Deep Learning (DL) ← ML dengan neural network berlapis-lapis Contoh konkret: • AI manual : if suhu > 28: nyalakan_ac() ← aturan ditulis manusia • ML : model dilatih dari 10.000 data suhu + status AC ← aturan "ditemukan" dari data • Deep Learning : neural network 10 layer memprediksi beban listrik ← hierarki fitur otomatis

Intinya: ML = menemukan pola dari data. Daripada kita menulis ribuan aturan if-else, kita kasih data ke algoritma dan biarkan algoritma itu menemukan sendiri rumus/pola yang memetakan input → output.

💡 Di kuliah ini kita menulis algoritma ML-nya sendiri dengan Python murni (tanpa sklearn, tanpa numpy). Ini cara tercepat memahami apa yang sebenarnya terjadi "di dalam" setiap model.

📌 2. Tiga Paradigma Belajar

ParadigmaDataTujuanContoh
Supervised Input + label jawaban Prediksi label/nilai baru Klasifikasi spam, prediksi harga
Unsupervised Hanya input, tanpa label Temukan struktur tersembunyi Clustering pelanggan, deteksi anomali
Reinforcement State + reward (hadiah/hukuman) Belajar strategi/optimal action Robot jalan, game AI, trading

Ada juga semi-supervised (sedikit label + banyak tanpa label) dan self-supervised (label dibuat dari data itu sendiri) — varian modern yang banyak dipakai di training model bahasa besar.

📌 3. Workflow Machine Learning

1. BISA MASALAH : apa yang mau diprediksi? (klasifikasi / regresi / clustering?) 2. DATA : kumpulkan data, pastikan cukup & relevan 3. EDA : lihat statistik, grafik, korelasi, data rusak/hilang? 4. PREPROCESSING : bersihkan, normalisasi, encoding kategori 5. TRAIN : bagi train/test, pilih model, latih 6. EVALUASI : ukur dengan metrik yang tepat (bukan cuma accuracy!) 7. DEPLOY : simpan model, serve via API, monitoring drift ⚠️ 80% waktu praktisi ML habis di langkah 2–4 (data), bukan di "model canggih".

📌 4. "Hello World" ML: Pipeline Lengkap dalam 1 Kode

Pipeline 6 langkah (data → split → train → predict → evaluate → deploy) untuk masalah klasifikasi sederhana. Jalankan dan perhatikan alurnya:

Output:

Coba ubah sep=1.8 menjadi sep=0.8 (kelas makin overlap) dan test_size=0.3 menjadi 0.5 — lihat akurasinya berubah.

📌 5. Kenapa Butuh ML? Batas Aturan Manual

Untuk pola sederhana, if-else cukup. Tapi coba aturan manual menghadapi data berbentuk "dua bulan" (non-linear):

Output:

📌 6. Peta Keluarga Model (Akan Kita Bahas)

KeluargaModelBab
RegresiLinear Regression4
Logistic Regression5
Instance-based / GeometriK-Nearest Neighbors6
Decision Tree7
Support Vector Machine9
ProbabilistikNaive Bayes8
ClusteringK-Means10
Hierarchical + DBSCAN11
PCA (reduksi dimensi)12
Neural NetworkPerceptron & MLP (backprop)13
CNN & RNN (konsep)14
EnsembleRandom Forest, Gradient Boosting15
ReinforcementQ-Learning16
NLPBoW, TF-IDF, text classifier17

🧠 Latihan

  1. Di kode "Hello World", tambahkan metrik precision() dan recall() untuk kelas 1, lalu bandingkan dengan accuracy.
  2. Ubah jumlah epoch dari 200 menjadi 20 dan 2000 — apa yang terjadi pada accuracy? Kapan training "cukup"?
  3. Di contoh moons, coba aturan manual lain (mis. x + y > 0.5) — apakah bisa mencapai > 80%? Berapa batas terbaik yang bisa kamu capai dengan aturan garis lurus?
  4. Jelaskan dengan kata-kirimumu sendiri perbedaan supervised dan unsupervised, masing-masing dengan 1 contoh aplikasi di dunia nyata.