๐Ÿ“ Evaluasi Model: Metrik & Train/Test Split

Confusion matrix, precision, recall, F1, MSE, Rยฒ โ€” dan kenapa accuracy saja tidak cukup.

๐Ÿ“Œ 1. Kenapa Harus Train/Test Split?

Model yang diuji di data yang sama dengan saat belajar akan "menghafal" (overfitting) dan skorannya bohong. Analogi: ujian harus pakai soal baru, bukan soal latihan.

Data (100 titik) โ”œโ”€โ”€ 70% โ†’ TRAIN : model belajar di sini (bobot di-update) โ””โ”€โ”€ 30% โ†’ TEST : model TIDAK pernah lihat; dipakai ukur kemampuan umum Aturan: โ€ข Test set harus TIDAK SENTUH proses training (tidak untuk tuning hyperparameter) โ€ข Untuk tuning: pakai 3-way split (train/valid/test) atau cross-validation โ€ข Data harus di-shuffle dulu sebelum dibagi (supaya tiap kelas tersebar)

๐Ÿ“Œ 2. Confusion Matrix: Fondasi Metrik Klasifikasi

PREDIKSI โ”Œโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”ฌโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ” โ”‚ Kelas 0 โ”‚ Kelas 1 โ”‚ AKTUAL โ”Œโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”ผโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”ผโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”ค Kelas 0โ”‚ โ”‚ True Neg โ”‚ False Pos โ”‚ FP = "kambuh" padahal sehat โ”‚ โ”‚ (TN) โ”‚ (FP) โ”‚ โ”œโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”ผโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”ผโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”ค Kelas 1โ”‚ โ”‚ False Neg โ”‚ True Pos โ”‚ FN = sakit tapi dianggap sehat โš ๏ธ โ”‚ โ”‚ (FN) โ”‚ (TP) โ”‚ โ””โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”ดโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”ดโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”˜ Accuracy = (TN + TP) / semua Precision = TP / (TP + FP) โ† dari yang DIPREDIKSIT positif, berapa benar? Recall = TP / (TP + FN) โ† dari yang BENAR-BENAR positif, berapa tertangkap? F1 = 2ยทPยทR / (P + R) โ† rata-rata harmonik (seimbang)

๐Ÿ“Œ 3. Contoh: Jebakan Accuracy pada Data Tidak Seimbang

Kasus nyata: deteksi penyakit langka (90% sehat, 10% sakit). Model bodoh "prediksi semua sehat" tetap dapat accuracy 90% โ€” tapi tidak berguna.

Output:
๐Ÿ’ก Pilih metrik sesuai biaya kesalahan: deteksi kanker โ†’ recall tinggi (jangan ada yang lolos); filter spam โ†’ precision tinggi (jangan email penting masuk folder spam); rekomendasi film โ†’ F1/accuracy sering cukup.

๐Ÿ“Œ 4. Metrik Regresi: MSE, RMSE, MAE, Rยฒ

MetrikRumusKarakter
MSEmean((y - ลท)ยฒ)Outlier dihukum PAKAI (dikuadratkan)
RMSEโˆšMSESatuan sama dengan target (mudah diinterpretasi)
MAEmean(|y - ลท|)Lebih toleran terhadap outlier
Rยฒ1 - SS_res/SS_tot1 = sempurna, 0 = sama saja dengan tebak mean, <0 = lebih buruk dari mean
Output:

๐Ÿง  Latihan

  1. Hitung precision Model B di contoh penyakit. Jika precision rendah, apa artinya secara medis? (Banyak orang sehat yang dipanggil "sakit" โ†’ overdiagnosis.)
  2. Buat data dengan 99% kelas 0 dan 1% kelas 1. Berapa accuracy model "prediksi semua 0"? Berapa recall-nya?
  3. Jelaskan kenapa Rยฒ bisa negatif. (Petunjuk: model lebih buruk dari menebak mean.)
  4. Sebutkan 2 situasi di mana MAE lebih tepat dari MSE, dan 1 situasi di mana MSE lebih tepat.