πΈοΈ CNN & RNN (Konsep)
Dua arsitektur deep learning untuk data berstruktur: gambar (CNN) dan urutan (RNN).
π 1. CNN: Convolution untuk Gambar
Jaringan neural biasa "melihat" gambar sebagai deretan angka panjang β
kehilangan informasi spasial. CNN memakai convolution:
filter kecil (3Γ3, 5Γ5) yang di-geser di seluruh gambar.
Convolution = filter Γ patch, digeser pixel per pixel:
filter 3Γ3 gambar 5Γ5
βββββ¬ββββ¬ββββ
β-1 β 0 β 1 β hasil = Ξ£ filterΒ·patch
βββββΌββββΌββββ€ di tiap posisi geser
β-1 β 0 β 1 β
βββββΌββββΌββββ€
β-1 β 0 β 1 β
βββββ΄ββββ΄ββββ
Filter ini mendeteksi "tegaran vertikal" β output besar di tepi.
Komponen CNN:
β’ Conv layer : banyak filter β banyak "peta fitur" (tegaran, sudut, tekstur)
β’ Pooling : downscale (max/average) β tahan geser, lebih kecil
β’ Stack : layer awal = fitur sederhana, layer akhir = konsep kompleks
(tegaran β mata β wajah β kucing)
β’ Fully connected : klasifikasi akhir
Keunggulan: weight sharing (1 filter dipakai di semua posisi) β
jauh lebih efisien, dan invariant terhadap posisi objek.
π 3. RNN: Jaringan untuk Urutan
RNN (Recurrent Neural Network) memproses data SEKUENSIAL:
kata per kata, frame per frame, tick per tick.
Kunci: HIDDEN STATE (h) β "memori" yang di-update tiap langkah:
h_t = tanh(WxhΒ·x_t + WhhΒ·h_{t-1} + bh)
y_t = WhtΒ·h_t + bt
x1 x2 x3 x4
β β β β
[h]β[h]β[h]β[h]β y
β__________|
(Whh: memori dibawa ke langkah berikutnya)
Aplikasi: machine translation, text generation, speech recognition,
prediksi deret waktu (harga saham, cuaca).
Catatan era modern: LSTM/GRU (memori lebih panjang) dan TRANSFORMER
(attention) kini mendominasi β tapi intinya sama: memproses urutan
dengan state yang mengalir.
π 4. Contoh: RNN (Elman) Prediksi Sinyal Sinus
Tugas: diberi 5 nilai sinus terakhir, prediksi nilai berikutnya.
Hidden state harus "mengingat" posisi fase gelombang.
π‘ RNN di atas hanya 1 hidden unit β "memori" sangat terbatas.
RNN asli punya puluhan unit, dan LSTM/GRU menambah "gerbang" agar
informasi bisa bertahan puluhan langkah tanpa luntur.